Cara Membuat Fermentasi

imahembe, November 29, 2012

Pakan Fermentasi

Pakan Fermentasi

Membuat pakan fermentasi saat ini menjadi pilihan dan terkadang kita terlambat memanfaatkan sumber serat kasar.  Keputusan membuat pakan fermentasi terpikirkan disaat ini dimana sudah mencapai musim kemarau dan kesulitan mendapatkan hijauan. Memang terlambat, tetapi tidak ada salahnya kita belajar dari pengalaman saat ini untuk perbaikan di kemudian hari. Pembuatan pakan fermentasi sebenarnya tidaklah sulit, inti dari proses fermentasinya adalah memanfaatkan bakteri untuk proses fermentasi dalam kondisi anaerob.

Dibawah ini akan disajikan pembuatan pakan fermentasi berdasarkan pengalaman dilapangan, yang diharapkan dapat memberikan gambaran cara membuat pakan fermentasi yang mudah. Adapun alat dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan sumber serat kasar baik berupa hijauan segar seperti rumput maupun limbah pertanian seperti jerami padi dan jerami jagung.
  2. Menyediakan sumber energi mudah dicerna sebagai sumber bahan makanan bagi bakteri selama proses fermentasi, misalkan tetes tebu atau gula merah.
  3. Bakteri  Fermentasi, sebagai bakteri yang akan membantu proses fermentasi. Banyak merk dipasaran yang bisa digunakan, artinya tidak bergantung pada satu merk, cari yang kiranya mudah didapat dilingkungan sekitar Baraya tinggal.
  4. Timbangan, digunakan sebagai alat bantu timbang untuk mendapatkan ketepatan dalam takaran bahan pakan.
  5. Baskom/Ember, digunakan untuk melakukan pencampuran antara tetes tebu dengan bakteri.
  6. Drum Plastik/Plastik Ukuran Karung, sebagai wadah penyimpanan  selama proses fermentasi.
  7. Terpal, untuk alas pencampuran bahan pakan.
  8. Golok/Parang digunakan untuk pencacahan Hijauan atau serat kasar dilakukan pencacahan, khususnya untuk jerami padi dan jerami jagung ini harus dilakukan untuk tujuan memecah ikatan agar lebih mudah dicerna saat diberikan pada ternak. Proses pemutusan ikatan serat dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan fisik seperti dicacah dan biologis yaitu dengan fermentasi.
  9. Menimbang tetes sebanyak 5-10 Kg, lalu dilarutkan dengan air sekitar 30 liter dan dicampurkan dengan bakteri sebanyak 100 Ml. Campurkan ketiga bahan tersebut dan aduk merata dalam wadah ember atau yang sejenisnya.
  10. Menimbang hijauan atau serat kasar yang sudah dicacah sebanyak 100 Kg.
  11. hijauan/serat kasar.

Saat ini asumsi pembuatan jerami fermentasi yang akan kita buat adalah sebanyak 100 Kg. Adapun tahapan pembuatan pakan fermentasi adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan terpal pada bagian bawah menutupi lantai, sebagai alas untuk melakukan pencampuran.
  2. Hijauan atau serat kasar ditabur tipis pada bagian permukaan terpal.
  3. Siramkan campuran bakteri, tetes dan air pada permukaan hijauan.
  4. Aduk dan campurkan hingga merata, setelah itu dilakukan pengemasan.
  5. Kemas secara padat dan mengurangi kandungan oksigen pada wadah.
  6. Diamkan dalam wadah selalu tertutup selama proses fermentasi.
  7. Lama fermentasi sangat tergantung dari jenis dan merk bakteri yang digunakan.

Demikian cara membuat pakan fermentasi yang sederhana, semoga bisa membantu dalam mepersiapkan pakan ternak dikala panen hijauan dan memenuhi kebutuhan pakan disaat musim kemarua. Segala sesuatu yang diperlukan dapat disampaikan melalui cs.imahembe@gmail.com atau 087714462044. Happy Farming

Incoming search terms:

  • pakan lele
  • domba kecil kurban
  • doa hati biar g bimbang
  • gambar embe
  • potong domba
  • konsep acara aqiqah
  • botol plastik
  • penggemukang kambing gibas
  • bahan untuk membuat kandang kambing
  • terna kambing#hl=id

,,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Search

Video Pembuatan Sosis

Perjalanan Imah Embe

Perjalanan Imah Embe Slideshow: Imah’s trip to Bogor was created with TripAdvisor TripWow!