Cara Memilih Ternak Bakalan

Domba Bakalan

Domba Bakalan

Menindaklanjuti postingan di FB Imah Embe pada Acara “Belajar, Berbagi Penuh Rejekin” edisi 11 April 2012 tentang tebak-tebakan pemilihan ternak domba untuk tujuan penggemukan. Adapun pertanyaannya saat itu adalah “Coba pilih ternak mana yg cocok untuk #penggemukan. A.usia 7bln 20kg atau B.usia 12bln 20kg. alasannya?. Maka sedikti penjelasan untuk itu adalah  disarankan untuk proses penggemukan maka ternak yang dipilih adalah yang B usia 12 Bln dengan berat 20 Kg, secara prinsip bahwa ternak ini akan terlihat kurus dibandingkan ternak yang A. Pemilihan ternak domba adalah bertujuan untuk PENGGEMUKAN, maka yang menjadi targetnya adalah pertambahan dalam bentuk jaringan seperti urat daging, oto dan semua jaringan tubuh (kecuali lemak). Dalam hal ini ternak tidak akan sekedar bertambah berat badannya, tetapi juga menyebabkan adanya perubahan peningkatan rasio pertambahan urat daging yaitu ditunjukkan dengan perubahan rasio karkas tulang dan daging. Sedangkan ternak A akan pada proses pembesaran tulang sehingga tidak disarankan untuk dipilih sebagai ternak penggemukan. Didukung juga oleh fakta dilapangan bahwa ternak B akan lebih murah saat membelinya dibandingkan ternak yang A. Pemilihan usia juga menjadi penting karena menghindari adanya pertumbuhan yang terlalu lambat sehingga tujuan penggemukan tidak tercapai.

Sebagai tambahan informasi, bahwa permintaan daging domba juga memang begitu tinggi sehingga ini bisa menjadi peluang bagi para pemula dengan memulai fase penggemukan ternak domba dan kambing. Imah Embe menyarankan bahwa ternak yang dipilih memang domba, salah satu alasannya adalah rasio karkas antara kambing dan domba jauh lebih baik domba. Fase penggemukan bisa dimanfaatkan untuk memnuhi permintaan daging potong, ternak akikah, ataupun juga untuk kebutuhan hari Raya Idul Adha.

Beberapa teknik pemilihan ternak untuk penggemukan adalah :

1. Umur Domba tidak terlalu muda dan belum terlalu tua.

Pemilihan cempe lepas sapi lebih pada Fase Pembesaran, sehingga jangan dipilih pada Fase Penggemukan karena pemeliharaannya juga relatif hanya memakan waktu pendek, sekitar 90 hari sudah harus siap panen. Domba yang terlalu tua juga akan mengalami pertumbuhan yang relatif sudah menurun, sehingga nanti akan mengalami pertumbuhan yang lambat.

2.  Domba Jantan

Salah satu alasannya pemilihan domba jantan adalah kemampuan domba jantan untu pertambahan bobot badan jauh lebih besar dibandingkan yang betina, tetapi memang harga jual dan pasar yang relatif terbatas tidak akan bisa untuk memnuhi kebutuhan daging potong harian pasar tradisional.

3. Ternak dalam kondisi sehat.

Walaupun secara postur tubuh itu terlihat kurus, tetapi mohon dipastikan bahwa secara fisik ternak tersebut tidak terlihat cacat atau sakit secara fisik, misalkan pincang, bulu terlihat sehat walaupun mungkin agak kusam, nafsu makan tetap terlihat baik dan  tidak ada sakit fisik lainnya dan pastikan bahwa feses yang keluar dalam kondisi kering tidak diare.

Selain itu juga yang harus diperhatikan adalah saat belanja ternak kambing dan domba di pasar hewan, silahkan pelajari teknik bertransaksi di pasar hewan bagi pemula di sini.

Demikian kiranya yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat dan bagi yang memiliki facebook, jangan lupa bergabung yah di Account Imah Embe, setiap hari Rabu, pada Acara “Belajar, Berbagi Penuh Rejeki”. Bagi rekan-rekan yang membutuhkan kopian atas file ini dapat menghubungi Imah Embe. Happy farming

Incoming search terms:

  • imah embe
  • penggemukan domba
  • penggemukan domba garut
  • cara pembesaran domba
  • pembesaran domba
  • cara cepat penggemukan domba
  • teknik penggemukan domba
  • penggemukan domba jantan
  • penggemukan domba potong
  • berat domba siap panen