Fermentasi Rumput Segar

Pembuatan Fermentasi

Pembuatan Fermentasi

Musim hujan masih melanda negeri ini, belajar dari pengalaman tahun 2011 yaitu musim kemarau yang panjang menyebabkan kesulitan bahan pakan dan efeknya adalah ternayata harga jual domba dan kambing saat musim kemarau mengalami penurunan dan ini dimanfaatkan oleh banyak pihak. Belajar dari kondisi ini maka sebagai peternak kita harus mampu memanfaatkan peluang khususnya ketersediaan pakan di saat panen melimpah seperti ini. Ketersediaan rumput segar di saat sekarang bergitu melimpah, sehingga tidak ada salahnya bagi peternak untuk melakukan proses pengawetan dengan bantuan proses fementasi. Beberapa tahapan yang harus dilakukan adalah :

1. Menyediakan Rumput

Dalam rangka uji coba pembuatan fermentasi, siapkan bahan berupa rumput segar. Bisa berupa rumput lapangan ataupun rumput gajah atau jenis rumput lainnya yang mudah didapatkan. Dapatkan sebanyak-banyaknya karena biasanya di musim hujan seperti sekarang itu akan mudah didapat dan begitu melimpah.

2. Mencacah Rumput 

Proses pencacahan dilakukan secara manual saja, bisa menggunakan golok atau pemotong lainnya yang ada di kandang. Panjang cacahan bisa berkisar 3-5 cm.

3. Menyiapakan Campuran Bahan

Apa bila bisa menyediakan campuran bahan pakan lainnya untuk bisa membuat complete feed maka lebih baik, tetapi bila tidak ada maka cukup melakukan fermentasi rumputnya saja. Dalam contoh saat ini, Imah Embe menggunakan campuran beberapa bahan pakan, seperti :

a. Ampas Kedelai

b. Dedak Jagung

c. Dedak Padi

d. Tepung Kulit Telur

e. Vitamin dan Premiks

f. Tetes Tebu dan Bakteri

Proses pencampuran dilakukan dengan cara, pertama, menyebarkan secara merata rumput hasil cacahan pada bagian palinng bawah, lalu menyebarkan bahan pakan yang jauh lebih besar diatasnya yaitu dedak jagung (20%), Ampas Kedelai (15%), Dedak Padi (10%), Tepung Kulit Telur (5%) dan Vitamin Premiks (3%) dan Tetes Tebu beserta Bakteri (2%).

4. Pencampuran Bahan

Setelah bahan baku yang dipakai disebarkan dibagian atas rumput, maka seluruh bahan dilakukan pencampuran secara merata. Pencampuran tidak harus menggunakan mesin, cukup secara manual menggunakan tangan saja. Pastikan kandungan air tidak berlebihan dan cukup membasahi seluruh permukaan campuran bahan pakan.

5. Memasukkan Ke Dalam Wadah

Setelah dipastikan merata maka dapat dimasukkan kedalam wadah. Beberapa wadah yang bisa digunakan adalah drum plastik ataupun yang seperti plastik ikan. Pada prinsipnya adalah wadah tertutup yang mampu membentuk kondisi anaerob dalam proses fermentasinya. Silahkan gunakan bahan atau alat yang ada dikandang untuk tidak terlalu mahal mengeluarkan biaya.

6.Proses Pemadatan

Jangan lupa untuk melakukan pemadatan saat dimasukkan kedalam wadah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kandungan oksigen didalam wadah juga mendapatkan hasil maksimal kapasitas dalam satu wadah.

7. Menunggu Fermentasi

Lama fermentasi yang dilakukan dalam hal ini menggunakan bakteri buatan sendiri bisa mencapai lima (5) hari.  Berkenaan dengan lamanya fementasi , silahkan untuk membaca aturan pakai yang biasanya terdapat dalam kemasan bakteri yang dijual di pasaran.

Demikian kiranya sharing tentang pemanfaatan rumput dengan prose fermentasi sebagai langkah pengawetan bahan pakan. Proses pengawetan ini akan bisa digunakan mencapai satu tahun, sehingga cocok bagi peternak di Indonesia yang akan mengalami musim kemarau disatu waktu. Semoga bermanfaat dan sukses selalu untuk peternakan kita semuanya. Happy farming!!!.

Incoming search terms:

  • fermentasi pakan kambing
  • fermentasi pakan ternak
  • pakan kambing fermentasi
  • cara membuat pakan kambing fermentasi
  • fermentasi rumput
  • pakan fermentasi untuk kambing
  • pakan fermentasi kambing
  • cara membuat pakan fermentasi
  • cara membuat pakan ternak fermentasi
  • fermentasi rumput gajah